Wednesday, September 26, 2012

Tertinggal

Kemarin aku memiki jadwal kuliah sore. Aku berangkat ke kampus bersama kakakku. Kami berangkat naik sepeda motor.

Dalam perjalanan ke kampus, kakakku menghentikan motornya di depan sebuah apotek. Dia ingin membeli masker untuk menangkal polusi jalanan yang mengganggu pernapasan.

Dia keluar dari apotek dengan sekresek masker di tangan kanan dan sebuah masker di tangan kiri yang akan dia gunakan. Dia berkata, "Nih, aku titip, taruh di dalam tasmu" seraya menyodorkan kresek tadi.

Aku masih berkutat dengan tasku ketika dia sudah menaiki motornya. Saat aku selesai dan akan naik di boncengan eh dia justru menambah gas dan melaju dengan santai meninggalkan aku yang kebingungan sendiri di depan apotek.

Akhirnya aku putuskan untuk menelfon kakakku. Kata pertama yang ia ucapkan adalah "Lho kamu belum naik motor? Lalu sekarang kamu dimana?"
Haha, antara rasa bingung dan ingin tertawa. "Iya lah belum naik motor, kamu sudah jalan duluan. Aku masih di depan apotek tadi."
"Oh, oke. Aku putar balik sekarang. Tunggu di situ ya."

Oh man~ lucu banget. Bagaimana mungkin aku bisa tertinggal di pinggir jalan. Apakah aku terlalu ringan sehingga tidak terasa saat memboncengku?  :p

No comments: