harus ada pikiran baik agar hari ini tidak terlalu buruk
belum terlambat untuk memperbaiki sesuatu
harus ada pikiran baik agar hari ini tidak terlalu buruk
belum terlambat untuk memperbaiki sesuatu
What is dream?
Is it just a flower bed?
Nope, our brain creates dreams through random electrical activity. About every 90 minutes, the brain stem sends electrical impulses and the analytic portion of the brain tries to make sense of these signals.
Dreams are not meaningless.
In fact, the way our brains choose to "analyze" the random and discontinuous images might tell us something about ourselves.
We can learn from our dreams.
A dream represents the organization of thoughts and feelings that are collected throughout a day into a particular structure, which you can
later access and learn from.
Lucid dreaming is about being able to control your dreams—where your "dream self" obeys the waking mind's vision.
Some researchers believe lucid dreams can help people in many ways, including developing creativity and coping with grief.
When do dreams happen?
Most dreams happen during the REM (rapid-eye movement) phase of sleep, the stage of sleep when our brains are most like a wakeful state.
What happens in REM sleep?
Most emotional dreams
Most memorable dreams
Transfer of information from short- term to long-term memory
REM sleep—the deep sleep where the most powerful dreaming occurs—is also when a person can transfer information from short-term memory to long-term memory.
Source: share care
Kagum.. Suka.. atau Cinta..
3 kata yang sungguh bias bagiku
Kemarin aku memiki jadwal kuliah sore. Aku berangkat ke kampus bersama kakakku. Kami berangkat naik sepeda motor.
Dalam perjalanan ke kampus, kakakku menghentikan motornya di depan sebuah apotek. Dia ingin membeli masker untuk menangkal polusi jalanan yang mengganggu pernapasan.
Dia keluar dari apotek dengan sekresek masker di tangan kanan dan sebuah masker di tangan kiri yang akan dia gunakan. Dia berkata, "Nih, aku titip, taruh di dalam tasmu" seraya menyodorkan kresek tadi.
Aku masih berkutat dengan tasku ketika dia sudah menaiki motornya. Saat aku selesai dan akan naik di boncengan eh dia justru menambah gas dan melaju dengan santai meninggalkan aku yang kebingungan sendiri di depan apotek.
Akhirnya aku putuskan untuk menelfon kakakku. Kata pertama yang ia ucapkan adalah "Lho kamu belum naik motor? Lalu sekarang kamu dimana?"
Haha, antara rasa bingung dan ingin tertawa. "Iya lah belum naik motor, kamu sudah jalan duluan. Aku masih di depan apotek tadi."
"Oh, oke. Aku putar balik sekarang. Tunggu di situ ya."
Oh man~ lucu banget. Bagaimana mungkin aku bisa tertinggal di pinggir jalan. Apakah aku terlalu ringan sehingga tidak terasa saat memboncengku? :p